Latar Belakang

Lebih kurang enam dekade yang lalu pendidikan tingkat akademi  di bidang kemetrologian telah dilaksanakan di Indonesia. Pendidikan tingkat akademi ini mendidik tenaga ahli dibidang kemetrologian yang melaksanakan pemeriksaan, pengujian dan peneraan terhadap alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang dipergunakan untuk kepentingan umum, baik transaksi dagang, kesehatan, lingkungan hidup maupun keselamatan jiwa manusia.  Tetapi menurut catatan berdasarkan Peraturan Pemerintah pada tahun 1970-an menyatakan bahwa tidak lagi diijinkan pelaksanaan pendidikan tinggi oleh suatu instansi diluar instansi dibawah naungan Kementerian Pendidikan, maka saat itu Pendidikan Sarjana Muda atau Akademi Metrologi di non aktifkan.

Dampak dari di non aktifkannya Akademi Metrologi yang memiliki kompetensi metrologi secara komprehensif adalah terjadinya kelangkaan tenaga ahli yang kompeten dibidang kemetrologian. Padahal dalam lingkup transaksi Perdagangan Internasional, UTTP yang digunakan sebagai sarana harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, misalnya : Ketertelusuran (traceability), akurasi, dan ketentuan-ketentuan lainnya yang telah disepakati secara internasional. Dimana Sistem Satuan Internasional (SI) dan Standar Ukuran yang digunakan didunia Industri untuk transaksi ataupun untuk system safety dan system proses, semakin berkembang dan semakin kompleks, antara lain dengan tujuan mengeliminir pengaruh input gangguan pada hasil pengukuran.

Dalam perkembangan kehidupan kedepan, pengukuran menjadi kebutuhan yang penting dan vital bagi kehidupan manusia secara umum dan dalam dunia perdagangan khususnya. Terutama hal ini karena alat UTTP yang digunakan dalam aktifitas jual-beli, secara nasional ataupun secara internasional, harus telah terstandarisasi dengan hirarki standar ukuran yang merupakan acuan dalam perdagangan. Dalam era ekonomi global dan pasar global mensyaratkan bahwa alat UTTP untuk transaksi dagang harus dalam posisi dan kondisi telah dikalibrasi dan di syahkan untuk digunakan dan jelas telusurannya dengan standar internasional.

Produk-produk olahan dan produk manufaktur yang dihasilkan oleh Indonesia yang tidak memenuhi persyaratan dalam berbagai standard yang telah disepakati dan ditetapkan secara internasional, merupakan salah satu penyebab utama ditolaknya berbagai komoditas produksi Indonesia dalam pasar global dalam transaksi perdagangan internasional. Disamping itu akibat ketidaksesuaian produksi Indonesia dengan standard internasional maka menjadikan rendahnya harga komoditas tersebut bahkan tidak ada harganya sama sekali.

Pendidikan Akademi Metrologi diharapkan dapat memberikan daya dorong di sektor ekonomi Indonesia. Kepercayaan akan akurasi dan ketertelusuran alat UTTP yang digunakan dalam sistem transaksi dagang baik secara domestik maupun internasional, merupakan persyaratan yang diminta secara global. Pendidikan Tinggi Akademi Metrologi ini terdiri dari teoritis dan keterampilan praktis dalam posisi yang match. Sebagai lembaga pendidikan tinggi tingkat Akademi lulusannya akan berperan dan terkait dengan kebutuhan pemeriksaan, pengujian alat UTTP baik di sektor perdagangan, industri, kesehatan dan lingkungan hidup.