Kurikulum

Body of Knowledge

Program Pendidikan D3 Metrologi dan Instrumentasi merupakan bidang tidak muda lagi. Pendidikan ini sudah terbentuk sejak jaman penjajahan Belanda. Tujuan pendidikan saat itu adalah untuk menyamakan ukuran yang digunakan dalamsistem jual beli di masyarakat.Program studi serupa telah dikembangkan juga di Perancis (Ecole Superiuere de Metrologie = ESM), di Jerman (Deutch Akademie Fur Metrology = DAM, Munchen),dan di Jepang (Metrology Training Center + MNIJ).

Metrologi dan Instrumentasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan sebagai instrumen pengukuran untuk berbagai keperluan. Antara lain, untuk keperluan perdagangan (jual-beli) dan kalibrasi. Kalibrasi dilakukan supaya karakteristik alat ukur, seperti traceability, reliability, akurasi, presisi dsb. dari instrumentasi pengukuran sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam sistem jual-beli. Kesesuaian karakteristikini harus terekam sampai dengan tingkatstandar internasional.

Dasar Ilmu yang Mendasari Pendidikan D3 Metrologi dan Instrumentasi

Dasar Ilmu

Dasar Penyusunan Kurikulum

  • Kurikulum pendidikan D3 Metrologi dan Instrumentasi dirancang berdasarkan Sistem Pendidikan Diploma di Indonesia. Pendidikan D3 merupakan program yang paralel, tidak sekuensial. Satu tahun
    sekolah terdiri dari 2 (dua) semester.
  • Satu semester terdiri dari 16 minggu, dalam setiap minggu diberikan berbagai kegiatan: perkuliahan,
    tutorial, praktikum
  • Satu minggu terdiri dari 33 – 38 jam pelajaran, masing-masing 50 menit.
  • Satu unit kredit teori = 1 jam kuliah per minggu selama 1 semester.
    Satu unit kredit tutorial = 2 jam kuliah per minggu selama 1 semester
    Satu unit kredit praktikum (latihan dalam lab/workshop) = 4 jam kuliah per minggu selama 1 semester
    Sehingga dalam 1 semester,
    1 sks teori = 16 jam kuliah per semester
    1 sks tutorial = 32 jam kuliah per semester
    1 sks praktek/lab = 48 jam kuliah per semester
  • Program D3 Metrologi dan Instrumentasi adalah 110 sks, sesuai dengan aturan Pemerintah Indonesia.
    Secara rata-rata, setiap semester terdiri dari 14 sks teori / tutorial, dan 6 sks praktek laboratorium.
  • Pelajaran Praktek dibuat secara Modul, masing-masing 4 jam. 1 sks = 48 jam/4 jam = 12 modul
    praktikum.

 

Struktur Kurikulum